Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Kenapa Kita tidak membalas pesan (SMS &/ BBM)?



Beberapa alasan kenapa kita mengabaikan pesan pendek (yang butuh jawaban) yang datang dari orang yang kita kenal, jika:

- Ga ada pulsa
- Menunda membalas sms/bbm karena kita sibuk (padahal masih sempet OL di facebook ya..hehee)
- Menunda membalas lalu lupa
- Orang yang mengirim bukan orang yang kita anggap penting (naaah loo, istighfar)
- Isi sms yang kita anggap tidak penting (padahal mungkin penting bagi yang mengirim)
- Isi smsnya tidak ada kepentingan dengan kita
- Lagi di jalan
- Lagi bobo (jelas gak bisa bales)
-  Lagi repot

Hanya mengingatkan, Jangan sampe orang lain merasa terabaikan / tidak dihargai / su’udzon hanya karena sms/bbm-nya tak berbalas, setidaknya usahakan untuk selalu membalas ya teman..
Dan Saya mohon maaf untuk semua teman jida ada yang sms/bbm-nya pernah tak terbalas oleh Saya.

Kamis, 10 Januari 2013

Ketika Kita Sakit, Janganlah Berburuk Sangka

Apabila seorang hamba Allah jatuh sakit, Allah akan mengutus 4 malaikat :

1. Malaikat Pertama akan mengambil SELERA MAKANNYA
2. Malaikat Kedua akan mengambil REZEKINYA
3. Malaikat Ketiga akan mengambil KECANTIKAN/KETAMPANAN WAJAH ( pucat )
4. Malaikat Keempat akan mengambil DOSANYA

Apabila telah sampai waktu yang telah Allah tetapkan untuk hambaNya kembali sehat, Allah akan menyuruh Malaikat Pertama, Malaikat Kedua dan Malaikat Ketiga agar mengembalikan apa yang telah diambil oleh mereka. Akan tetapi Allah tidak menyuruh Malaikat Keempat mengembalikan dosa hambaNya tersebut.

Subhanallah, betapa Mulia dan Baik Hati nya Allah terhadap kita. Janganlah bersangka buruk terhadap Allah ketika kita sakit, bersyukurlah dan ucaplah Alhamdulillah ke atasNya. Sesungguhnya setiap kesakitan itu adalah penghapus segala dosa —

Rabu, 09 Januari 2013

Sikap Bersyukur, Jangan Tamak

Al Hadist  :

@>-- Rasulullah Saw mewartakan :

“Tiada wadah yang penuh yang lebih jelek daripada perut. Sebenarnya cukup bagi manusia beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika memang menghendaki lebih, maka yang layak adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiganya lagi untuk minum, dan sepertiga yang terakhir untuk nafasnya.

Apabila kalian telah mendapatkan rejeki yang sekiranya mencukupi kebutuhan kalian di waktu itu , maka qana’ah (merasa cukup)-lah dengannya lalu bersyukurlah kepada Allah serta jangan mengharapkan yang berlebihan untuk masa yang akan datang.

Janganlah kalian bersikap tamak dan selalu mengharap lebih, sehingga tubuh dan hatimu akan kecapaian karenanya. Sesungguhnya takkan sampai kepada kalian kecuali rejeki yang telah ditakdirkan.

Ketahuilah, sesungguhnya nikmat-nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian yang bukan berupa harta benda jauh lebih besar daripada kenikmatan yang berupa harta benda.

Hati-hatilah, jangan pernah menipu, berkhianat ataupun berbohong dalam setiap pekerjaan kalian. Karena semua tindakan itu memancing amarah Allah Swt dan menghapus keberkahan dari jerih payah kalian. Dasarilah segala urusan pekerjaan kalian dengan sikap jujur dan nasihah. Keluarkan semua hak yang diwajibkan dalam harta kalian seperti zakat, pelunasan utang, serta nafkah-nafkah yang wajib dengan senang hati dan lapang dada.”

Selamat Bekerja & Mencari Rezeki Allah saudaraku...
Semoga Allah melindungi Anda, Keluarga yang Anda tinggalkan & Menjaga anda & mereka dari Pandangan Mata yang Jahat, Kelaparan, Kemiskinan lagi Kesedihan...

Niatkan dengan Bismillah, agar setiap Langkah, Nafas & Lelah tlah terhitung dalam Ibadah Jihad Fii Sabilillah....

Saya mencintai kalian, karena Allah...

@>-- Salam..

Senin, 07 Januari 2013

Pemimpin Sejati itu.....

@Mata Najwa Said : "Pemimpin sejati itu : Terdepan berkorban...., bukan Gemar mengorbankan"

Membuat mata & telinga tak berhenti Berkedip..
Saat menyaksikan 4 Pemimpin Sejati ini Hadir di Mata Najwa-Metro TV semalam..#:-s

@>-- "Sulitnya kalau orang nomor 1 langkahnya lambat, kita mesti lebih cepat" (Jusuf Kalla)

@>-- “Potong saja sesukanya,saya tetap ketokkan palu keras2 u/ kalahkan DPR dalam perkara di MK" (Mahfud MD)

@>-- “Siapapun Presidennya, apakah JK atau Mahfud, saya akan spt lagu Dangdut : "Aku rela" (Dahlan Iskan)

@>-- “Ini dia Abraham Samad yg sdh menebas para koruptor" (Abraham Samad)

Belajar dari Pemimpin-pemimpin ini..
Bahwa Ketika Kebenaran mesti Diungkap..
Ketika Hal yang Tidak pada Tempatnya mesti diLetakkan dengan semestinya..
Mereka tidak lagi Memikirkan : Berapa Gaji yang saya dapatkan? Fasilitas apa yg diberikan untuk Menunjang kepemimpinan saya? Saya dapat apa?
Namun yang mereka Fikirkan : "Sudah Sampai mana saya berbuat Untuk "Rakyat" / "Bawahan" saya dgn apa yang Saya Punyai..?"

Sudah Amanah-kah saya sebagai Pimpinan?
Apakah saya malah mengambil Manfaat atas Jabatan Saya sebagai Pimpinan? Bukan Malah Memberi Manfaat?

Sesungguhnya... Ada 2 Opsi Dahsyat yang diBerikan Allah dihari Akhir bagi Para Pimpinan...
Allah akan Menghisab terlebih dahulu Orang-orang BerLabel "Pimpinan" saat di Dunia-nya....
- Memuliakan semulia-mulianya Makhluk..
- Menghinakan sehina-hinanya Makhluk...
LEBIH dari Jenis Umat Lainnya...

@>-- Sudahkah Anda Menjadi Pemimpin Yang Adil?
Bagi Kantor anda
Keluarga Anda..
Dan Diri Anda Sendiri ?

Kamis, 03 Januari 2013

i-club Madiun : Cafe Gaul


Referensi tempat nongkrong di Madiun yang Gaul abisss.
Member Card i-club
Kerja dan Kerja di i-club
Bisa Berenang Sebelum Kerja
Memulai aktivitas bisa dengan berenang atau fitness, 
dilanjutkan dengan kerja di café i-club dengan layanan exclusive dan nyaman.


Rabu, 02 Januari 2013

Selamat Datang Tahun 2013




Tahun 2013


Begitu banyak Broadcast dan Pesan-pesan bertaburan

Berisi Harapan

Berisi Keinginan

Pinta - Pinta

Do'a - Do'a

"Iyya kana' budu, wa Iyya kanas ta'in..."

>-- KepadaMu aku Mengabdi, KepadaMu aku Meminta --<


Penggalan Ayat dalam Surat Al Fatihah ini Sangat Jelas Makna & Urutannya.

» Aku Mengabdi....

dan kemudian...

» Aku Meminta...


Maka, Mengabdilah Dahulu... Baru Memintalah

Bersholatlah dahulu... Baru Bekerjalah

Bershadaqahlah dahulu... Baru Mengharaplah


Libatkan Allah SWT dalam Setiap Pinta

Maka Niscaya kita takkan Kecewa

Semoga Tahun yang Baru ini Berkah Allah makin Meliputi Hati, 

Harta, Tahta, Cinta, Wanita dan Keluarga Kita


I Love U My Family


Salam

Akbar - Netta - Caca

Minggu, 23 Desember 2012

Ketika Harus Memilih : Keluarga atau Kerja?

Bayangkan hidup ini seperti pemain acrobat dengan 5 bola di udara, yaitu 
1. Pekerjaan, 
2. Keluarga, 
3. Kesehatan, 
4. Sahabat, dan 
5. Semangat. 
Anda harus menjaga semua bola itu tetap di udara, jangan sampai ada yang jatuh.
Suatu saat, ketika situasi mengharuskan Anda untuk melepas salah satu bola, 
maka lepaskanlah Pekerjaan, karena Pekerjaan adalah Bola Karet. Jika Anda 
jatuhkan, suatu saat ia akan melambung kembali. Sedangkan 4 bola lain (Keluarga, 
Kesehatan, Sahabat dan Semangat), adalah Bola Kaca. Jika dijatuhkan akibatnya 
bisa fatal, mereka akan pecah berantakan. Kenyataannya, kita terlalu menjaga 
Pekerjaan, dan mengabaikan 4 lainnya. Padahal kalau kita kehilangan uang, 
masih bisa kita cari. Tapi jika keluarga yang hilang, kemana kita akan mencari 
atau membelinya? Begitu juga dengan sahabat dan kesehatan.

Banyak ibu rumah tangga mengalami dilema tersebut. Mereka bertanya-tanya 
bagaimana menjaga keseimbangan antara keluarga dan kerja. Fakta yang tidak 
bisa dipungkiri adalahyang penting dan harus diprioritaskan adalah keluarga. 
Tetapi mengapa tidak semua orang bisa melakukannya? Hal itu disebabkan oleh 
beberapa factor, seperti kejar setoran, mumpung masih muda (keluarga bisa 
menunggu, karir tidak bisa menunggu), ambisi pribadi, tidak merasa bahwa keluarga
itu penting. Padahal kalau mereka tahu, ongkos dari ketidakseimbangan sangat 
besar, yaitu keretakan keluarga, anak-anak yang bermasalah, personal dilema, 
dan stress. 

Jika Anda mengalami dilema antara keluarga dan kerja, yang perlu dilakukan adalah 
menciptakan keseimbangan diantara keduanya. Tapi ingat, keseimbangan bukan 
soal kuantitas, tapi kualitas. Ada 6 tips yang bisa dilakukan:
1.Buatlah jadual “down time” dan catat.
2.Potong waktu yang tidak produktif
3.Kategorikan dan delegasikan
4.Asah gergaji
5.Hindari kebocoran emosi. Tidak mencampuradukkan urusan keluarga dengan 
pekerjaan.
6.Gunakan cara kreatif. Misalnya membuat buku komunikasi keluarga

Tidak ada sukses dalam karir yang dapat mengejar sebuah kegagalan dalam keluarga. 
Tapi kesuksesan dalam keluarga dapat mengobati kegagalan dalam karir.